Pengaruh Family Functioning Terhadap Marriage Attitude Pada Emerging Adulthood Di Indonesia

Anggun, Zachra Julaiha Supriatna (9882405121411050) (2025) Pengaruh Family Functioning Terhadap Marriage Attitude Pada Emerging Adulthood Di Indonesia. Undergraduate Thesis, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia..

[img] Text
Cover.pdf

Download (97kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (229kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (199kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (309kB)

Abstract

Keluarga sebagai unit sosial pertama memiliki peran penting dalam membentuk nilai dan sikap individu, termasuk dalam memandang pernikahan. Namun, pada abad ke-21, fungsi keluarga dalam mendukung kesiapan pernikahan individu semakin tergerus oleh berbagai tantangan kehidupan modern. Hal ini tercermin dari semakin jarangnya individu berusia 20-an yang melangsungkan pernikahan dan membentuk keluarga. Berdasarkan data BPS Indonesia tahun 2023, angka pernikahan mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh family functioning terhadap marriage attitude pada individu usia emerging adulthood di Indonesia. Subjek penelitian berjumlah 360 orang laki-laki dan perempuan berusia 21–25 tahun yang belum menikah. Metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui kuesioner Google Form. Instrumen penelitian meliputi skala family functioning yang diadaptasi dari Family Assessment Device (FAD) dan skala marriage attitude. Hasil analisis menunjukkan bahwa family functioning berpengaruh negatif terhadap marriage attitude. Artinya, semakin baik keberfungsian keluarga, sikap individu terhadap pernikahan justru cenderung lebih negatif. Pengaruh family functioning terhadap marriage attitude sebesar 42,7%, yang ditunjukkan oleh nilai R square sebesar 0,427 dan koefisien beta (β) -0,264. Selain itu, hasil uji signifikansi menunjukkan nilai sebesar 0,000, yang berarti hubungan antara kedua variabel ini signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif family functioning terhadap marriage attitude tidak terbukti atau ditolak. Kata kunci: Penurunan angka pernikahan, family functioning, marriage attitude, emerging adulthood.

Item Type: Other
Additional Information: SKRIPSI PRODI PSIKOLOGI S1
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: PERPUS PERPUSTAKAAN UNIBI
Date Deposited: 29 Apr 2026 07:35
Last Modified: 29 Apr 2026 07:35
URI: http://repository.unibi.ac.id/id/eprint/1306

Actions (login required)

View Item View Item